| Makkah, 2 January 2019 |
Tahun 2018 yang lalu alhamdulillah saya diberi kesempatan lagi untuk mengunjungi tanah suci, menemani orang tua saya lagi, tepatnya di pergantian tahun 2018 ke 2019. Dari tanggal 26 December 2018 – 3 Januari 2019. Sebetulnya agak gambling juga berangkat tanggal segitu karena bertepatan dengan jadwal menstruasi saya, sayang banget kan kalau sampai sana justru ga bisa melakukan ibadah secara full karena berhalangan. Tapi saya yakin aja insya allah bisa diatasi pakai obat penunda menstruasi, dan berdoa sama Allah supaya diberi kemudahan. Saya memilih tanggal 26 Dec 18 – 3 Jan 19 karena orang tua saya bisa ikut di tanggal itu, dan saya pikir moment-nya juga bagus buat saya bermuhasabah diakhir tahun.
Saya baca2 diblog dan tanya ke teman2 perihal obat penunda mens ini ternyata ada yang berhasil tapi banyak juga yang ga berhasil. Mungkin obatnya ga cocok atau dosisnya yang salah. Akhirnya saya pergi konsultasi ke dokter obgyn 9 hari sebelum jadwal mens bulan sebelumnya tanggal 27 November. Tadinya mau 10 hari sebelumnya tapi ga sempet ke dokter. Saya konsultasi ke dokter obsgyn karena saya belum pernah minum obat seperti ini dan untuk minum obat penunda mens ini harus dicek /di USG dulu rahim kita, apakah hamil atau tidak, jadi kalau menururt saya jangan asal minum obat ini tanpa konsultasi atau petunjuk dan resep dari dokter ya.
Ketika saya masuk ruangan dokter, saya menyampaikan niat saya bahwa saya akan berangkat umroh dan perlu obat penunda mens karena bertepatan dengan jadwal mens saya. Dokternya pun langsung mengerti. Saya langsung diarahkan ke tempat tidur utk USG rahim, setelah dilihat alhamdulillah hasilnya bagus, tidak hamil dan tidak ada masalah. Dokter pun meresep kan saya obat primolut, sehari 2 kali, diminum dalam waktu yang sama setiap harinya. Jadi misalnya hari ini saya minum obat jam 11.30 pagi & jam 11.30 malam maka keesokan harinya diminum dalam waktu yang sama sampai selesai umroh. Jangka waktunya juga disesuaikan dengan waktu di Arab ya (4 jam lebih mundur). Jadi kalau di Jakarta saya minum obat jam 11.30 pagi & 11.30 malam berarti di Arab saya minum jam 7.30 pagi dan jam 7.30 malam. Pada prakteknya walaupun sudah pakai alarm, sebenernya saya suka ga tepat waktu minumnya, malah ada yang lupa minum 1 atau 2 kali. Tapi Sungguh Allah maha baik, selama saya umroh alhamdulillah dengan ijin Allah dan usaha minum obat primolut, mens saya ga keluar sama sekali. Oiya selain obat primolut tadi, dokter juga memberikan obat flek, karena salah satu efek dari obat primolut bisa muncul flek, tapi bukan mens. Alhamdulillah flek pun ga muncul dan saya ga makan sama sekali obat flek nya.
Saya mau cerita dan share soal obat penunda mens ini karena menurut saya informasi ini cukup penting untuk wanita2 yang mau berangkat umroh tapi bertepatan dengan jadwal mens-nya. obat ini cuma perantara ya dari Allah, selebihnya Allah yang berkuasa. Kalau memang niat kita baik, lurus dan sungguh2 insya Allah, Allah bantu.
Saya mau cerita dan share soal obat penunda mens ini karena menurut saya informasi ini cukup penting untuk wanita2 yang mau berangkat umroh tapi bertepatan dengan jadwal mens-nya. obat ini cuma perantara ya dari Allah, selebihnya Allah yang berkuasa. Kalau memang niat kita baik, lurus dan sungguh2 insya Allah, Allah bantu.